Ini adalah kali pertama saya mencoba memberanikan
diri menulis sesuatu yang tidak biasa saya post-kan sebelumnya disosial media
manapun. Yah mencoba mengkritik mengkritik system pemerintahan dari sudut
pandang yang berbeda dikota tempat kelahiranku tercinta, dibahagian barat
Indonesia kota Parepare Sulawesi Selatan.
Saya mengawali tulisan ini dengan sebuah kalimat
ajaib
Bismillahirrahmanirrahim…..
Saat sekarang ini kalau mau memberanikan diri untuk
menjadi seorang PNS harus menghidangkan sekantong fulus, oohh bukan tapi
sekarung yang jumlahnya sudah pasti sangat mencengangkan dan dapat menguras
habis harta benda tak ayal satu hektar sawah jika dijualpun mungkin masih belum
cukup menggerakkan jentik sang penguasa untuk diberikan pada predator pengerat.
Bagaimana tidak dibanding swasta, profesi PNS memang bisa menjamin masa tua belum lagi tunjangan-tunjangan lain seperti serivikasi ataupun gaji 13 yang jumlahnya sangat menggiurkan. Tidak lupa dengan pandangan sosial masyarakat.
Jaman ayah saya dulu menjadi PNS hanya dihargai
ucapan terima kasih dan gula-gula. Pada saat itu ayah dibantu oleh salah satu
dosennya untuk mengirim berkas lamaran, sungguh berbanding terbalik dengan
sekarang. Itu adalah kisah kurang lebih 26 tahun, dan sayapun tidak bisa
membayangkan 20 tahun kedepan, mimpi menjadi PNS sudah menjadi momok yang
menakutkan, sungguh sebuah system yang kacau.
Tahun lalu sebelum penerimaan CPNS dibuka secara
resmi, begitu banyak narasumber hadir di acara talk show TV swasta membahas
mengenai permainan hitam dibalik system seleksi CPNS. Mereka tak memungkiri
adanya kecurangan tersebut tapi juga berusaha meyakinkan para calon untuk tetap
optimis karena control ketat akan dilakukan untuk menghindari hal hal tersebut.
Tapi kenyataannya ironis itu hanya sekedar omong kosong belaka.
Tahun ini pemerintah membuka seleksi CPNS entah berapa harga lagi yang dipatok oleh
para penguasa….oohh bukan bukan saya lebih leluasa menyebut mereka sebagai pemangsa dibanding penguasa. Terlepas dari
haram tidaknya hal itu sudah menjadi peraturan terselubung, suka tidak suka,
mau tidak mau, enak tidak enak kalau mau jadi PNS memang diharuskan mengikuti
peraturan itu. Yahh mungkin hal ini tidak lagi dianggap sogokan tapi sudah
menjadi aturan, aturan lisan yang yang menjadi pukulan telak.
Tulisan ini saya akhiri dengan sebuah kalimat
“ Hidup di Indonesia tanpa uang sama halnya hewan
tak berguna yang lambat laun akan mati kelaparan”
FATIMAH
20 JAN 2014
TES KOMEN,,, ADA MI TADI KOMEN KU BAGUS MI KATA2 KU SEKARANG KULUPA MI
BalasHapuseeehhh adami kk,aiii tulis lg kk...mauka minta saran ini
Hapustrit yang bagus, smanget neng, bikin blog.
BalasHapusmakacih makacih....
Hapusmohon saran dan kritikannya yoooo